TIPS PERAWATAN KOI 

Disadur dari Majalah APKI Edisi 18, Penulis Doni Bastian

Gejala yang timbul pada Koi ketika terinfeksi KHV

  • KHV2Kedua matanya tampak cekung
  • Tubuh koi banyak mengeluarkan lendir atau seluruh tubuhnya terasa kasar akibat banyaknya lendir yang dikeluarkan.
  • Koi berdiam diri, berada dipermukaan air atau berenang tak tentu arah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Nafasnya megap-megap, sebab insangnya telah terinfeksi sehingga menyebabkan koi sult bernafas. Untuk mengetahui lebih lanjut, pada insang koi terdapat bercak-bercak berwarna putih.
  • Sebagian kulitnya rusak dan pada sekujur tubuhnya terdapat bercak-bercak merah atau putih

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara penanganan terhadap koi yang terserang KHV

Bila anda menemukan gejala koi telah terinfeksi KHV, lakukan segera beberapa hal berikut :

  • Angkat segera koi tersebut dari kolam dan pisahkan ke dalam bak karantina, agar tidak menular kepada koi lainnya.
  • Usahakan agar suhu air pada bak karantina mencapai 30 derajat Celcius dengan menggunakan water heater. Virus KHV tidak dapat menginfeksi pada suhu tinggi (over heating). Hal ini sekaligus untuk memberi kesempatan agar koi dapat memproduksi antibodi untuk mengatasi serangan virus KHV.
  • Selama berada di dalam bak karantina, koi jangan diberi pakan. Maksudnya agar koi tidak mengeluarkan kotoran yang dapat mencemari air dalam bak karantina. Jaga kualitas air di dalam bak karantina dengan menambahkan sistem filter secukupnya
  • Bila perlu tambahkan obat-obatan untuk mencegah atau mengobati serangan bakteri sekunder.

Masa karantina kurang lebih selama 14 hari. Di dalam masa itu, bila koi anda mampu bertahan, maka akan selamat. Bila tidak, maka anda harus bersiap merelakan kepergiannya.