Tips

Hal-hal yang Perlu Dilakukan Bila Terjadi Hujan Deras

TIPS PERAWATAN KOI 

Disadur dari Majalah APKI Edisi 18, Penulis Doni Bastian

Bila kolam Koi anda berada di luar ruangan (outdoor) dan tidak menggunakan penutup, maka jika terjadi hujan deras, sebagai langkah antisipasi yang perlu anda lakukan adalah sebagai berikut :

  1. Pastikan bahwa kolam anda terdapat lobang overflow. Bila terjadi hujan deras, maka volume air kolam anda tentu akan meningkat dengan cepat, bahkan bisa melebihi kapasitas yang ada. Oleh sebab itu, perlu anda buatkan lobang overflow untuk mengalirkan air bila sampai pada level tertinggi. Hal ini sangat penting untuk menghindari air kolam anda meluber kemana-mana dan bahkan bisa menyebabkan koi anda ikut hanyut bersama aliran air.
  2. Selama hujan berlangsung, amati dari kejauhan kondisi kolam anda, apakah kolam anda masih aman-aman saja dalam arti tidak terdapat perubahan yang drastis pada air kolam anda. Hindari jatuhan air dari talang yang langsung masuk ke kolam anda, sebab air talang yang mengalir karena terdorong air hujan  tentu dalam kondisi kotor dan mengandung banyak partikel yang dapat mengotori kolam anda.
  3. hujan kolam koiSetelah hujan deras berhenti, segera periksa kembali kondisi air kolam dan koi anda. Apakah masih dalam kondisi aman, dan tidak terjadi permasalahan yang serius menyangkut kondisi kesehatan koi anda. Biasanya, koi anda akan akan tampak diam atau bersembunyi di sudut tertentu, sebab air hujan yang jatuh berlebihan mengakibatkan perubahan suhu air dan kualitas air kolam. Segera kurangi air kolam anda maksimal sebanyak 25 % dan segera menggantinya dengan air baru. Air hujan bersifat asam, dan bila volume air kolam anda tidak cukup besar, tentu akan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan koi-koi anda.
  4. Bila air kolam anda masih tampak jernih, dan koi anda tampak berenang normal, maka tak perlu menambahkan obat-obatan lain, dan cukup mengganti air kolam sebagaimana pada butir 3 diatas.
  5. Jangan memberi pakan pada koi anda saat sedang terjadi hujan deras atau setelah hujan berhenti, sebab kondisi koi anda sedang menyesuaikan diri dengan kondisi air kolam yang berubah drastis ketika hujan turun. Berilah pakan pada keesokan harinya, tapi dalam jumlah yang sedikit saja. Selama musim hujan, kurangi jumlah pakan yang diberikan, dan pakailah pakan yang terbuat dari gandum, atau dikenal dengan wheatgerm. Dalam suhu air yag rendah, pencernaan koi butuh pakan yang mudah dicerna, dan pakan yang cocok adalah dari jenis wheatgerm tersebut.
  6. Bila perlu, anda boleh memasang pompa aerator tambahan untuk menambah pasokan oksigen yang  larut di dalam air kolam anda. Hal ini sebagai langkah antisipasi bila volume air kolam koi anda tidak cukup besar, mengingat rendahnya kandungan oksigen yang terlarut pada air hujan.
  7. Bila hampir setiap hari selalu turun hujan deras, maka untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka anda disarankan membuat penutup kolam untuk sementara, sebagai pelindung agar kolam anda terhindar dari guyuran air hujan yang berlebihan.

Demikianlah semoga bermanfaat.

Koi Herpes Virus (KHV)

TIPS PERAWATAN KOI 

Disadur dari Majalah APKI Edisi 18, Penulis Doni Bastian

Gejala yang timbul pada Koi ketika terinfeksi KHV

  • KHV2Kedua matanya tampak cekung
  • Tubuh koi banyak mengeluarkan lendir atau seluruh tubuhnya terasa kasar akibat banyaknya lendir yang dikeluarkan.
  • Koi berdiam diri, berada dipermukaan air atau berenang tak tentu arah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Nafasnya megap-megap, sebab insangnya telah terinfeksi sehingga menyebabkan koi sult bernafas. Untuk mengetahui lebih lanjut, pada insang koi terdapat bercak-bercak berwarna putih.
  • Sebagian kulitnya rusak dan pada sekujur tubuhnya terdapat bercak-bercak merah atau putih

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara penanganan terhadap koi yang terserang KHV

Bila anda menemukan gejala koi telah terinfeksi KHV, lakukan segera beberapa hal berikut :

  • Angkat segera koi tersebut dari kolam dan pisahkan ke dalam bak karantina, agar tidak menular kepada koi lainnya.
  • Usahakan agar suhu air pada bak karantina mencapai 30 derajat Celcius dengan menggunakan water heater. Virus KHV tidak dapat menginfeksi pada suhu tinggi (over heating). Hal ini sekaligus untuk memberi kesempatan agar koi dapat memproduksi antibodi untuk mengatasi serangan virus KHV.
  • Selama berada di dalam bak karantina, koi jangan diberi pakan. Maksudnya agar koi tidak mengeluarkan kotoran yang dapat mencemari air dalam bak karantina. Jaga kualitas air di dalam bak karantina dengan menambahkan sistem filter secukupnya
  • Bila perlu tambahkan obat-obatan untuk mencegah atau mengobati serangan bakteri sekunder.

Masa karantina kurang lebih selama 14 hari. Di dalam masa itu, bila koi anda mampu bertahan, maka akan selamat. Bila tidak, maka anda harus bersiap merelakan kepergiannya.